Skip to main content

Posts

Kisah Si Moci (Bagian 6)

  Helooo   teman-teman, maaf ya baru sempat posting lagi   Kisah Si Moci Bagian 6 , setelah sekian waktu, sebenarnya cerita ini sudah dibuat lama tapi gambar ilustrasi baru sempat disketsa aja, belum sempat gambar di krayon, semoga tetep enak dibaca ya..selamat membaca ;) —————————————————————————– Sementara itu, “ San, kita berhenti sebentar, kakikku sudah capek sekali ini, kita sudah berjalan lebih dari lima kilometer,”  Husin mengeluh, dia tampak kecapekan, peluh bercucuran dari keningnya, nafasnya terengah-engah, perutnya yang tambun naik turun mengikuti irama jalanan yang berbatu . Sedangkan Hasan yang memikul di depan Nampak masih sangat segar bugar. “Sebentar lagi, setengah kilometer lagi kita sudah sampai ke Kampung Malabero, tahan dulu, nanti kita beristirahat dan makan siang yang enak-enak, lalu kita ke pasar menjual burung-burung ini.”  Sambil terus berjalan Hasan mencoba menyemangati adiknya itu. Dia membalik topinya. Gapura tinggi menjulang Nampak g...

Kisah Si Moci (Bagian 5)

Halooo teman-teman.. long time no see ..udah lama banget nih absen dari  Tumblr  dan meng- update  isinya, maklum banyak kesibukan kantor, jadinya kegiatan menulis agak terlupakan  :p   #alasan  Nah kali ini kita teruskan kisah kawan kecil kita si Moci, bagaimana keberlanjutan petualangannya demi pembebasan kedua orang tuanya itu yang penuh liku, yuk kita simak sama-sama.. ……………………….   “Dhuuuarrrr….”,  terdengar suara gemuruh yang disertai dengan kilat yang sangat terang dan menyilaukan mata. Tiba-tiba petir menyambar dahan tempat Moci dan sang ular bertengger, tepat mengenai tubuh sang ular, “Aaarrrgghh….”, ia berteriak kesakitan. Seketika setelah itu semua menjadi gelap, Moci tak dapat melihat apapun, kepalanya pusing dan berputar-putar, ia hanya merasakan tubuhnya terjatuh dan menghujam tanah berumput yang becek serta penuh lumpur, lalu tidak sadarkan diri. Pagi ini matahari bersinar hangat, Moci membuka matanya perlahan, oh, ia masih hidup ru...

Kisah Si Moci (Bagian 4)

 Moci membumbung ke langit biru, terbang dengan kecepatan rata-rata burung emprit, sesekali ia bermanuver menghilangkan kebosanan, naik mendekati awan kemudian meluncur kencang hampir menghujam bumi, ia meniru manuver-manuver burung besi yang sering ia lihat di udara. Moci tidak tahu jenis burung apa macam itu. Burung besi itu bisa dinaiki manusia, sangat besar bentuknya, lebih besar dari mitos Burung Garuda yang sering ia dengar dari cerita ayahnya. Burung itu biasa terbang sendiri atau bersama-sama, kencangnya luar biasa, mampu menembus awan, bahkan dari ekornya mampu mengeluarkan api dan asap, sayapnya selalu mengembang, ia juga tidak hinggap di pohon. Moci memiliki kemampuan terbang yang luar biasa, ia sudah terbang seharian non stop, di satu malam ia beristirahat di pepohonan hutan yang dilewati. Ini adalah hutan  Kapukrandu , dinamakan Kapukrandu karena di hutan ini banyak ditumbuhi tanaman randu yang menghasilkan kapuk, kapuk itu sendiri biasa digunakan oleh manusia unt...